Asal-Usul Kue Kering Lebaran

Ina Cookies Bekasi OKSahabat Cookies, semua pada suka ngemil kue kering alias cookies bukan? Si mungil satu ini emang popular di kalangan pecinta ngemil, terutama ketika hari raya lebaran tiba.

Saat ini ngemil cookies nggak cuma dilakukan saat peringatan hari tertentu, tetapi juga kapan aja.Every day you can eat Cookies!

Cookies pertama di dunia ternyata diciptakan karena sebuah ‘kecelakaan’.

Kue kering dan gaya hidup sehatMenurut cerita, waktu itu ada seorang pembuat kue yang ingin membuat kue ulang tahun dalam ukuran besar. Sebelum dipanggang, ia mencoba kuenya terlebih dahulu dengan mengambil sedikit adonannya dan dipanggang di oven. Adonan kecil ini ternyata menjadi kering dan rasanya lezat. Kue kecil itu juga lebih tahan lama sehingga bisa disimpan beberapa minggu.

Kata ‘cookie’ sendiri sebenernya berasal dari bahasa Belanda, ‘keokje’, yang artinya ‘kue kecil’. Penamaan ini disesuaikan dengan bentuk cookie saat itu yaitu adonan manis yang dipanggang, disajikan dalam porsi kecil dan bisa dimakan dengan tangan. Belanda mempulerkannya di Amerika Serikat, sementara Inggris mengadopsi ‘cookies’ ini pada abad ke-19 dan menjadikannya sebagai hidangan dalam tradisi minum teh yang mereka miliki.

Nah jadi cookies yang sekarang selalu menjadi trending topics di Google, Twitter maupun media social lainya saat mendekati Lebaran adalah warisan kebudayaan Belanda, maklum kita ini pernah dijajah Bangsa Belanda dalam kurun yang lumayan lama 350 th walaupun itu hitungan secara general, sehingga secara tidak langsung budaya kita juga dipengaruhi budaya belanda sama seperti budaya Hindu-Budha dan Islam mewarnai kehidupan Masyarakat kita.

Sebagai umat muslim, kita diwajibkan untuk berpuasa/bersaum di bulan suci ramadhan. Sejak subuh sampai berkumandang adzan magrib kita berlatih untuk menahan hawa nafsu kita. Dan kita berpuasa selama 29 atau 30 hari dan pada 1 syawal kita merayakan hari kemenangan kita. Hari yang telah kita nantikan selama 30 hari yaitu Hari Raya idul fitri. Untuk menyambut Idul Fitri kita biasanya membuat kue tradisional sampai kue modern, untuk dimakan sendiri atau menyuguhi tamu lebaran.

Di antara hidangan kue-kue itu ada dua macam kue kering yang sepertinya tak pernah absen yaitu kastengel dan nastar. Entah kapan kue-kue kering ini muncul pertama kali tapi sejak saya kecil, kue-kue kering ini selalu tersedia. Bahkan saya yakin kue-kue tersebut sudah ada jauh sebelumnya. Zaman voor de oorlog alias Tempo Doeloe.

Kastengel adalah sejenis kue kering yang dipanggang di oven. Bentuknya sebesar jari kita dengan panjang sekitar 5 centimeter. Adonannya mirip dengan adonan nastar. Bedanya, adonan kastengel menggunakan keju dan akan lebih enak jika kita menggunakan keju (tua/keju ayam) dari Belanda. Kalau bisa keju Edam atau Gouda yang tua dan berbentuk seperti bola bowling dengan lapisan lilin merah. Rasanya, pahit-pahit gurih dan sulit dijelaskanlah. Sedangkan nastar menggunakan nanas sebagai isinya.

cake Buatan istriBeberapa Tahun lalu sekitar 5 tahun lalu, dua minggu sebelum Lebaran, kami sekeluarga masih sibuk membuat dua jenis kue kering ini. Agar gurih kami menggunakan keju tua atau keju ayam atau keju Belanda, itu pun hanya beberapa bongkah kecil saja karena keju tua itu cukup mahal dibandingkan dengan keju biasa. Nah terkadang terlintas untuk membeli saja di took ketimbang capek-capek membuat. Tetapi rasa dan sensasinya tidak akan terasa. Nah karena permintaan banyak maka tahun-tahun berikutnya kami menjual kue kering yang sudah jadi seperti Ina Cookies, JNC Cookies dan NItuty Cookies selain efisien juga rasanya di jamin enak serta tidak perlu lagi nungguin oven sampai jam 2 dinihari.

Optimized-KastengelApakah brothers tau asal usul dari kue kastengel? Karena jika kita telusuri asal- usul namanya akan kita temukan: kata kaas dan stengels yang berasal dari bahasa Belanda. Kaas berarti keju dan stengels berarti batangan. Oleh karena itu disebut kaasstengels atau batangan keju dan sekarang dikenal dengan kastengel.

Di Belanda, kue kaasstengels ini tidak sependek di Negara tercinta Republik Indonesia tapi panjangnya mirip mistar, sekitar 30 centimeter. Kue ini sangat digemari anak-anak karena rasanya yang gurih. Misalnya anak tetangga dan juga saudara-saudara saya, mereka selalu mengincar kastengel buatan ibu saya.

Kalau kita iseng menelusuri sejarah kuliner Indonesia, mungkin resep kue ini dibawa oleh nyonya-nyonya Belanda di masa kolonial Hindia Belanda. Begitu masuk ke sini, lantaran oven yang ada tidak terlalu besar, maka kue dipotong kecil-kecil. Beradaptasi dengan peralatan di sini.

nastarBegitupula dengan nastar yang ternyata juga berasal dari bahasa Belanda ananas dan taart.  Ananas berarti nanas dan tart  berarti kue tar. Jika digabung akan menjadi ananastaart, tar nanas. Tetapi kue tar nanas ini lebih mirip kue pai. Untuk kue nastar ini mungkin sudah diadaptasi dengan buah-buahan lokal di sini karena di Belanda nanas tidak tumbuh. Mungkin saja para nyonya Belanda mengadaptasi dari pai apel atau cherry di sana.

Asal Usul, asal mula atau sejarah nastar ternyata sungguh unik. “Nastar” diambil dari bahasa asing “nastaart” yg artinya (pineapple cake). nastar disebut orang sunda di Bandung “ganas jeung tarigu” (nanas dan terigu). Nastar ini termasuk snack favorit yang ada di hari raya Lebaran.

Kue nastar, dalam bahasa Inggrisnya pineapple tarts, atau pineapple nastar roll, yang popular pada saat merayakan Natal atau Lebaran. Kue kering yang dibuat dengan isi nanas merupakan salah satu makanan khas Imlek, karena memberikan arti atau simbol kemakmuran.

Brosur Ina 2014-2
Brosur Ina 2014-2

Kue nastar sudah lama merupakan hal yang wajib disajikan pada Tahun Baru China (IMLEK/Chinese New Year). Alasan utamanya adalah karena dalam Bahasa Hokian, berarti “ong lai“ (yang artinya adalah buah pir emas), juga memiliki arti “kemakmuran datang kemari”, rezeki, dan keberuntungan datang. Di samping itu, warna emas serta manis dan lembutnya isi nanas melambangkan rezeki yang manis, dan melimpah. Apalagi jika isi nanasnya banyak. Artinya lebih berlimpah limpah.

Pada awalnya, nastar lebih merupakan ritual keluarga, dimana setiap keluarga membuat kuenya sendiri dari resep turun-temurun. Hanya saja, karena alasan kepraktisan, ritual ini perlahan menghilang. Para pengusaha bakery lalu mengambil kesempatan ini untuk menjual kue nastar beberapa bulan sebelum Imlek. Seringkali kue tersebut dijual dengan harga yang lebih mahal, namun dengan kualitas yang lebih baik.

Seiring dengan kesadaran untuk kembali ke tradisi, para pecinta nastar lalu memegang kembali prinsip-prinsip tradisi keluarga. Yakni bahwa pineapple tarts seharusnya dibuat dengan tangan, dan merupakan sajian rumahan. Meskipun kue kering ini pada dasarnya tersedia sepanjang tahun, namun citarasanya tak akan pernah sama dengan saat disajikan untuk Tahun Baru China. Entah itu dipengaruhi oleh suasananya, atau karena keistimewaannya karena hanya memanjakan lidah kita setahun sekali.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat meningkatkan semangat kita untuk berjualan kue nastar dan kastengel tahun depan. Hahaha kalau gak mau repot dan  ribet serta kaget melihat harga bahan baku yang naik menjelang puasa mending jadi reseller kue kering  bersama ” Ina Cookies Bekasi ” yuk di jamin menguntungkan loh bisnis sampingan menjelang lebaran, lumyan buat nambah THR (Tunjangan Hari Raya) daripada ngutang atau gadain perhiasan buat pulang kampung mending  bisnis kue lebaran! Bukan begitu sahabat.

Informasi & Pemesanan
021-46321199, 087887980983, pin 766675F8, 21B9951D ( pak Yudi/hendra)
kami menyediakan Ina Cookies, JNC Cookies dan Nituty Cookies
www.inacookiesbekasi.com.

3 thoughts on “Asal-Usul Kue Kering Lebaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s